Ateng Rosadi (60) terlihat begitu tegang saat menyaksikan anak didiknya,pada 1977 yang lalu, Budi Setiadi (45) di Sekolah Dasar (SD) Negeri Cinunjang, Desa Mandalamekar, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, tengah mengikuti Sidang Terbuka Promosi Doktor, Ilmu Pemerintahan, Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Rabu (14/9/2011). Sidang tersebut juga dihadiri oleh ibundanya, keluarga, saudara, dan rekan rekan Budi setiadi, juga tampak hadir sejumlah mahasiswa dan Kepala Bapeda Provinsi Jawa Barat, Prof.Dr. Deni.
Semua hadirin tampak khidmat mengikuti jalannya sidang tersebut selama tiga setengah jam, dengan meyakinkan Budi Setiadi menjawab semua pertanyaan atau sanggahan yang diajukan sebelas orang tim penguji dari Unpad, terhadapnya.
"Ini pertamakali mengikuti sidang dan saya benar-benar tegang juga ikut deg-degan selama mengikuti sidang yang melelahkan ini. Saya takut anak didik saya waktu di SD tidak bisa menjawab pertanyaan atau sanggahan," ujar Ateng ketika sidang tengah beristirahat.
Sidang dilanjutkan kembali, team penilai mengumumkan Budi Setiadi dinyatakan lulus dengan nilai memuaskan juga menjadi mahasiswa tercepat menyelesaikan kuliah Program Pascasarjana di antara rekan-rekannya sesama angkatan 2008 di Unpad Bandung. Budi Setiadi berhak menyandang gelar Doktor. Kebahagiaan pun terpancar di ruang sidang, namun suasana ruangan sempat menjadi haru ketika dalam sambutan Dr. Budi Setiadi mengucapkankan terimakasih ke pelbagai pihak dan saat mengucapkan terimakasih kepada ayahnya U. Sanusi Almarhum (Alm), sambutan pun terhenti sesaat, kemudian sambutan dilanjutkan sampai selesai.
"Saya sangat bahagia dan terharu mendengar hasilnya, ini gelar Doktor pertama dari daerah terpencil. Saya berharap bisa menjadi motivasi bagi warga Desa Mandalamekar, saya yakin banyak yang mampu," imbuh Ateng.
"Saya terharu karena selain sebagai gurunya saya merasa mewakili ayahnya (alm). Beliau kawan seperjuangan dalam pembangunan desa. Beliau juga ang motivator pendidikan di Desa Mandalamekar, mudah-mudahan almarhum ditempatkan di tempat yang layak di sisi-Nya," pungkasnya berkaca-kaca.
Mandalahurip mania \"acungkan jempol\" atas perintisan Portal Mandalamekar ini.
Semoga Mandalaurip pun dapat mencontohnya.
Hatur nuhun.
Hapun na nu kasuhun ieu mah ngomentar abah sekdes bahas bosen nyuguhan : asana bahasa eta kirang merenah di ucapkeun , apan urang teh umat islam \" man kana yu\'minu billahi walyaumilakhir Falyukrim doifah \" hartosna salira langkung uninga ( Hr. Mutafaqun allaih ) mun bade nyarios teh saring heula pang urang teh pigur / contoh kanggo masyarakat . {erkawis program mah ti sim kuring sok we bereskeun calik sasarengan , teu kenging nyalahkeun program \" Ibda Bibafsik \" sok musyawarahkeun tembongkeun Ukhuwah islamiyah
Situs pemprov wae kalah!
kang yana, diantos janten gubernur, minimal janten kadiskominfo. Atau nyalonkeun janten Wali Kota Bandung :D